Kematian adallah rahasia ALLAH Tabaraka Wa Ta'ala saja.
Dia datang tanpa minta ijin kepada kita.
Nanti malam ? Esok pagi ? Atau bahkan sejam lagi ? Apa yang akan kita rsakan
saat malaikat maut datang didepan mata ? Takut ?
Gembira karena ingin segera merasakan rahmat ALLAH ?
Menyesal karena begitu banyak kesempatan meraih surga yg kita sia - siakan ?
"SAKITNYA KEMATIAN"
Ibnu Qudamah dalam bukunya , minhajul Qashidin menggambarkan kematian sebagai berikut :
"Kematian itu lebih pedih daripada sabetan pedang. orang yang disabet pedang tentu akan berteriak dan melolong meminta tolong dengan sisa - sia tenaganya.
Tetapi orang yang meninggal dunia tidak bisa berteriak lagi, karena pedihnya rasa sakit yang dialaminya. Penderitaanya mencapai puncak, sehingga hati dan seluruh anggota tubuhnya menjadi lemas. Dia tidak mempunyai kekuatan sedikitpun untuk berteriak meminta tolong, walaupun sebenarnya dia ingin berteriak sekeras - kerasnya. Rohnya dicabut dari setiap NADI dan setiap anggota tubuhnya mati secara perlahan - lahan. pada awal mula dua telapak kakinya terasa dingin, betis, paha, lalu terus hingga ketenggorokan. Pada saat itu pandangan matanya kepada dunia dan keluarga terputus dan pintu taubat sudah ditutup baginya. "Kemudian beliau mengutip Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa SAllam, "Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba selagi dia belum sekarat."(Diriwayatkan oleh At Tirmidzy, ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al baghawy).

